This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label TAHUKAH KAMU?. Show all posts
Showing posts with label TAHUKAH KAMU?. Show all posts

me on punks

the real solidarity!
solidaritas terbaik yang pernah ku temukan hanya di "PUNKS"


we will not die!!

the real solidarity

me on PUNKS

hahahahahahah...!

foto amatir

karya amatiran sih... tapi lumayan kan?


(1) partner

(2) don't make me die!

(3) freedom

(4) best partner

(5) glass

sejarah jaket pilot

Jaket kulit yang digunakan pilot atau Flight Bomber Jacket sekarang tersedia dalam berbagai macam gaya dan warna. Awalnya konsep pembuatan Leather Flight Jacket ini dimulai pada saat WWI (Perang Dunia Pertama), dengan tujuan menstabilkan (menghangatkan) suhu tubuh pilot & crew pada ketinggian ribuan kaki di udara dimana keadaan angin dan suhunya sangat ekstrim.

Sayangnya pada saat itu jaket yang dibuat jauh dari harapan kegunaan dan kepraktisan, barulah pada awal tahun 1915 para pilot dari Royal Flying Corps yaitu jasa penerbangan di wilayah Perancis dan Belgia mulai memakai jaket kulit berlengan panjang dan dimulailah era trend baru Leather Flight Jackets.



Pada tahun 1917 the United States Army mulai mendistribusikan Leather Bomber Flight Jackets yang pada saat itu berbarengan dengan pesatnya perkembangan industry pesawat terbang di Amerika. Tahun 1931 the US Air Corp mengeluarkan produk baru yaitu Type A2 Bomber Jacket serta Type M-445 Flight Jacket di tahun berikutnya, jaket ini dikenal dengan sebutan G1.

Ketika memasuki WWII (Perang Dunia Kedua), di saat pesawat terbang sudah mulai tinggi jarak tempuhnya sekitar 25.000 kaki dan temperatur bisa di bawah nol derajat celcius dimulailah era Shearling Flight Jacket yaitu bomber flight jacket dengan lapisan wool di dalamnya yang menjadi salah satu jaket terhangat pada jamannya. Sherling jackets memiliki beberapa type di antaranya ANJ-4 Shearling yang biasa dipakai B-17 dan B-24 Pilots.



Pada tahun 1950-an angkatan udara Amerika mengeluarkan aturan baru demi kenyamanan dan keselamatan penerbang, dari sinilah dimulainya era flight jacket dari bahan nylon.
Tapi bukan berarti keberadaan Leather Filght Jacket ini menghilang, jaket ini masih terus diproduksi bukan hanya karena untuk bergaya tetapi juga untuk mengenang para jasa bomber pilot yang berjaya pada masanya.

http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/10/sejarah-jaket-pilot.html

KORUPSI AYAT ROKOK

KAKAR: Ada Indikasi Keterlibatan Depkes dan DPR





Jakarta - Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar) mencium indikasi keterlibatan Departemen Kesehatan (Depkes) dan DPR dalam penghilangan ayat tentang tembakau di UU Kesehatan.

"Kita mengindikasikan adanya keterlibatan Depkes dan DPR dalam penghilangan ayat rokok tersebut," ujar pengamat kesehatan dari KAKAR Kartono Muhammad.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Jl Kalibata IV, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2009). KAKAR adalah gabungan dari beberapa organisasi seperti ICW, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Komnas Perlindungan Anak.

Indikasi tersebut diperoleh dari beberapa orang saksi yang bersedia
membeberkan persoalan tentang hilangnya ayat tersebut.

"Ada surat yang menyetujui pasal itu dihilangkan. Buktinya ada di tangan orang tersebut, tetapi yang bersangkutan masih takut," jelasnya.

"Juga dari jawaban sekretariat DPR yang mengatakan: 'ayat sudah
dikembalikan, pihak Depkes setuju mengembalikan'. Kenapa ada kata ini?" tambahnya.

Kartono pun masih enggan berbicara mengenai siapa-siapa yang terlibat dalam konspirasi hilangnya ayat tersebut.

"Saat ini tidak bijaksana untuk dikemukakan. Kami akan mengadukan ini ke polisi. Nama sudah ada dan lebih dari dua orang, bukti juga sudah ada," sebutnya.

Ia juga tidak menampik dugaan adanya dorongan dari pihak luar yang menginginkan agar ayat tembakau tersebut dihilangkan di pasal 113 undang-undang kesehatan.

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

THE MASTER!

Acara the Master telah meningkatkan animo dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap dunia sulap dengan sangat drastis. Jika selama ini para pesulap yang terlibat dalam acara The Master telah cukup dikenal di dalam negeri, bagaimana jika kelak mereka maju ke level internasional? Berikut ini adalah versi "internasional" magician the Master yang dibuat berdasarkan kemiripan fisik, nama, dan aliran sulap versi Wikumagic :

1. Deddy Corbuzier dan Max Maven



Dari segi penampilan, Deddy dan Max sangat mirip. Mulai dari tatanan rambut, baju serba hitam, dan riasan wajah. Keduanya juga sama-sama mengusung aliran sulap Mentalism. Kemiripan antara Deddy dan Max sempat dipermasalahkan, namun akhirnya secara terbuka Deddy mengakui bahwa ia memang mengidolakan Max Maven.

2. Joe Sandy dan Arthur Benjamin



Dua pesulap ini sama-sama dikenal sebagai "The Master of Number". Arthur Benjamin yang juga berprofesi sebagai dosen matematika dikenal sebagai penemu methode "Lightning Calculator", suatu metode untuk melakukan perhitungan matematis supercepat. Selain itu, ia juga menulis beberapa buku tentang Mathemagics. Joe dinilai memiliki banyak kemiripan dengan Arthur Benjamin karena ia juga sempat menjadi tutor matematika. Selain itu, permainan angka Joe Sandy di atas panggung juga sangat memukau dan luar biasa.

3. Abu Marlo dan Ed Marlo





Untuk kasus ini, kemiripan antara Abu Marlo dan Edward Marlo hanya sebatas nama. Aliran magic yang dipilih keduanya sangat berbeda. Abu banyak menampilkan penampilan sulap dengan alat-alat berat serta atmosfer yang menegangkan, sedangkan Ed lebih dikenal sebagai pesulap kartu dan classic magic.

4. Limbad dan Criss Angel





Sama-sama berambut gondrong dan sama-sama suka menampilkan magic yang beraliran ekstrim. Keduanya dikenal sebagai pesulap yang sangat sering menantang bahaya untuk menghibur penonton. Bedanya, aliran magic Criss lebih variatif dari Limbad, selain itu sosok Criss Angel juga membawa aura cool, tenang, dan penuh karisma untuk memikat lawan jenis.

5. Rizuki dan Juliana Chen





Pemenang kontes the Master Season 3, Rizuki, dianggap memiliki kesamaan dengan Juliana Chen. Keduanya memiliki wajah bertipe oriental, mengusung aliran sulap yang mengutamakan kecepatan tangan dan classic magic, serta tentu saja sama-sama wanita. Akan sangat menarik bila suatu saat kita bisa menyaksikan kolaborasi antara Juliana Chen dan Rizuki.

Itu tadi adalah perbandingan antara pesulap The Master Indonesia dan pesulap internasional versi Wikumagic. Tentu saja perbandingan ini masih layak diperdebatkan, terutama jika menilik kualitas magician Indonesia yang dianggap belum mampu menyamai magician-magician Internasional. Yang jelas, saya berharap suatu saat nanti akan lahir seorang legenda di dunia magic yang berkebangsaan Indonesia. Maju terus dunia magic Indonesia!

sumber: http://wikumagic.blogspot.com/2009/07/master-dan-magician-internasional.html

trik..... memunculkan kartu dari udara!

Sebenarnya ini tidak bisa disebut "trik", melainkan "teknik". Keberhasilan show ini 100% tergantung pada kecepatan tangan, yang hanya bisa dicapai dengan banyak latihan di depan cermin.

I. Mengeluarkan kartu dari udara

Ada dua metode. Metode pertama adalah dengan menekuk telapak tangan untuk mentupi seluruh kartu. Lakukan metode ini jika anda memiliki telapak tangan yang cukup besar dan lebar sehingga kartu tidak tampak dari depan. Teknik kedua jauh lebih umum, yaitu menekuk kartu agar bisa tertutupi oleh telapak tangan. Silakan lihat gambar untuk lebih detailnya:



Apabila sudah mahir, anda bisa mencoba gerakan di bawah ini:



Atau gerakan ini, yang merupakan kombinasi gerakan pertama dan kedua:



Semua gerakan harus dilakukan dengan lancar dan cepat. Akan sangat membantu jika anda menggunakan kartu yang agak licin dan berukuran sedikit lebih kecil dari kartu remi biasa.

Ingat, sudut pandang dalam gambar adalah sudut pandang dari mata anda. Penonton akan melihat sudut pandang dari arah berlawanan.

sumber : http://wikumagic.blogspot.com/2009/05/trik-sulap-master-kecepatan-tangan.html

trik......koin menembus botol!

Prosedur :

1. Ambil tutup botol, rekatkan sebuah koin di dalam tutup botol dengan selotip bolak-balik (double-tape), atau gunakan lem yang tidak terlalu kuat (ini lebih baik, karena bekasnya tidak akan tertinggal)

2. Suruh seorang sukarelawan memeriksa botol (tanpa tutup botol)

3. Pasang kembal tutup botol pada tempatnya. Pegang sebuah koin lain di tangan anda, lalu letakkan di bagian dasar botol dengan tangan anda sebagai alas.

4. Hentakkan/ guncang botol tersebut dengan tangan sehingga koin di tutup botol akan terjatuh ke bawah. Selagi sang sukarelawan terkesima, sembunyikan/ buang koin di tangan anda.


sumber:http://wikumagic.blogspot.com/2009/06/koin-menembus-botol.html

Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, "Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim:33).

Allah SWT juga berfirman, "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin:40)

Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi saat bulan baru (new moon), meskipun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan.

Pada tulisan ini, penulis tidak akan banyak menjelaskan secara detail tentang gerhana matahari total tersebut. Pembaca dapat membaca banyak referensi di buku sains, artikel maupun internet. Dalam tulisan ini, penulis hanya ingin menjelaskan, bagaimana cara menentukan daerah manakah yang merasakan gerhana total, berapakah koordinat (bujur, lintang geografis) yang bisa menyaksikan gerhana total tersebut, kapankah gerhana total terjadi di tempat itu, berapakah lebar daerah di tempat tersebut yang merasakan gerhana total, berapakah ketinggian (altitude) dan azimuth matahari saat itu dan lain-lain. Untuk dapat menentukan semua pertanyaan di atas, ada satu kata kunci yaitu angka-angka atau elemen Bessel (Besselian elements). Dengan mengetahui angka-angka Bessel pada suatu gerhana matahari, maka kita akan dapat mengetahui detail keadaan gerhana di bumi dari awal hingga akhir.

Sebenarnya, pembaca dapat merujuk pada prediksi dan perhitungan gerhana matahari 22 Juli 2009 yang dirilis oleh NASA dengan alamat
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html
NASA juga mengeluarkan semacam technical publication (TP) untuk gerhana matahari ini yang dapat diunduh di
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf
Berikut ini ringkasan prediksi/perhitungan gerhana yang dikeluarkan oleh Fred Espenak, astronom NASA yang dijuluki Mr. Eclipse. Lintasan bayangan umbra bulan berawal di India dan bergerak melewati Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar dan China. Setelah meninggalkan daratan Asia, lintasan tersebut melewati kepulauan Okinawa (Jepang selatan). Lintasannya lalu membelok ke arah tenggara menuju samudera Pasifik.

Sementara itu lintasan bayangan penumbra bulan dapat diamati di sebagian besar Asia (Tengah, Selatan, Timur, Tenggara) dan Samudera Pasifik. Khusus untuk Indonesia, daerah yang dapat mengamati gerhana parsial adalah sebagian Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terutama daerah Utara, serta seluruh Papua.

Lebih detail, lintasan gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 terdapat pada Gambar 1.

Gambar 1. Lintasan Gerhana Matahari 22 Juli 2009. Dikutip dari NASA.

Hasil perhitungan menurut NASA (Fred Espenak) adalah sebagai berikut (lihat tabel 4 pada technical publication NASA halaman 27). Agar tidak terlampau banyak hasil yang ditampilkan, disini hanya disajikan hasil dalam rentang 30 menit.

* Permulaan gerhana pukul 0:52:54 UT, lintang 20:21:42 N, bujur 70:31:6 E, altitude matahari 0 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan 205,5 km, durasi gerhana total 3 menit 9 detik.
* Pukul 1 UT, 27:5:54 N, 91:2:6 E, 21,5 derajat, 77,5 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.
* Pukul 1:30 UT, 30:49 N, 116:16:6 E, 50,2 derajat, 94,9 derajat, 245 km, 5 menit 36 detik.
* Pukul 2 UT, 29:9:42 N, 131:5:54 E, 69,4 derajat, 110,9 derajat, 255 km, 6 menit 24 detik.
* Pukul 2:30 UT, 25:7:24 N, 142:20:24 E, 84,9 derajat, 161 derajat, 258 km, 6 menit 39 detik.
* Pukul 3 UT, 19:20:24 N, 151:58:54 E, 75,5 derajat, 276,3 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.
* Pukul 3:30 UT, 11:46:24 N, 161:46:12 E, 57,5 derajat, 289,4 derajat, 255 km, 5 menit 44 detik.
* Pukul 4 UT, 1:15:24 N, 175:23:6 E, 34,2 derajat, 293,8 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.
* Akhir gerhana total pukul 4:17:48 UT, 12:54:42 S, 157:41:18 W, 0 derajat, 290,8 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.

Setelah dijelaskan hasil perhitungan NASA di atas, selanjutnya penulis ingin menyampaikan bagaimana cara menghitung seperti halnya perhitungan NASA di atas. Cara menghitung dimanakah koordinat di bumi yang terkena gerhana matahari total memang lumayan panjang, tetapi tidak sulit karena hanya perhitungan matematik biasa.

Terlebih dahulu harus diketahui angka-angka Bessel (Besselian elements) untuk gerhana tersebut. Angka-angka Bessel tersebut berasal dari perpaduan algoritma VSOP87 (matahari) dan ELP2000-82 (bulan). Angka-angka tersebut dapat dilihat di buku Elements of Solar Eclipses 1951-2200 karya Jean Meeus, maupun Report yang dikeluarkan oleh NASA untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Angka-angka Bessel untuk setiap gerhana matahari berbeda-beda. Angka Bessel ini digunakan untuk menentukan tempat (bujur, lintang) di bumi yang terkena garis umbra, lebar garis umbra, lama maksimum gerhana di tersebut, ketinggian (alitude) matahari dan azimuth yang diamati dari tempat tersebut dan lain-lain.

Disini penulis mengambil angka Bessel yang berasal dari buku karya Jean Meeus tersebut. Angka-angka Bessel tersebut untuk gerhana matahari 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut:

* Waktu referensi (T0) = pukul 3 TD.
* X0 = 0,239953. X1 = 0,5563954. X2 = -0,0000576. X3 = -0,00000943.
* Y0 = -0,003456. Y1 = -0,1774579. Y2 = -0,0001344. Y3 = 0,00000318.
* d0 = 20,26424. d1 = -0,007874. d2 = -0,000005.
* M0 = 223,38822. M1 = 15,001002.
* L10 = 0,53042. L11 = 0,0000063. L12 = -0,0000128.
* L20 = -0,015626. L21 = 0,0000063. L22 = -0,0000127.
* tan f1 = 0,0046014. tan f2 = 0,0045784.

Perlu diingat, angka Bessel di atas hanya untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Untuk gerhana matahari pada waktu yang lain, angka Besselnya tentu saja berbeda. Selanjutnya, metode untuk menentukan daerah yang mengalami gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut.

Misalnya kita ingin mengetahui dimanakah tempat yang mengalami gerhana total pada pukul 2:35:19 UT. Kita ubah waktu UT (Universal Time atau GMT) tersebut menjadi TD (Dynamical Time), yaitu TD = UT + Delta_T. Untuk tahun 2009, Delta_T = 66 detik, sehingga 2:35:19 UT + 66 detik sama dengan pukul 2:36:25 TD = pukul 2,60694444 TD. Karena waktu referensi untuk gerhana ini adalah T0 = 3 TD, maka t = TD - T0 = 2,60694444 - 3 = -0,39305556. Akhirnya dapat dihitung rumus-rumus sekaligus beserta hasilnya sebagai berikut.

* X = X0 + X1*t + X2*t*t + X3*t*t*t = 0,021250371.
* Y = Y0 + Y1*t + Y2*t*t + Y3*t*t*t = 0,066273857.
* d = d0 + d1*t + d2*t*t = 20,26733415 derajat.
* M = M0 + M1*t = 217,4919928 derajat.
* L2 = L20 + L21*t + L22*t*t = -0,015630438.
* X' = X1 + 2X2*t + 3*X3*t*t = 0,556436309.
* Y' = Y1 + 2Y2*t + 3*Y3*t*t = -0,177350773.
* w = 1/SQRT(1 - 0,006694385*COS(d)*COS(d)) = 1,00295863.
* p = M1/57,2957795 = 0,261816876.
* b = Y' - p*X*SIN(d) = -0,179278045.
* c = X' + p*Y*SIN(d) = 0,562446924.
* y1 = w*Y = 0,066469936.
* b1 = w*SIN(d) = 0,347425752.
* b2 = 0,99664719*w*SIN(d) = 0,937707499.
* B = SQRT(1 - X*X - y1*y1) = 0,997562113.

Untuk menentukan koordinat yang terkena bayang-bayang umbra bulan, maka nilai B harus positif. Jika B negatif, maka tidak ada koordinat yang terkena garis umbra/garis sentral pada waktu tersebut.

* H = ATAN(X/(B*b2 - y1*b1)) = 1,334318687 derajat.
* fai1 = ASIN(B*b1 + y1*b2) = 24,13626333 derajat.
* TAN(Lintang) = 1,00336409*TAN(fai1) = 0,449588777.
* Lintang = 24,20814868 = 24:12:29 derajat.
* Bujur = H + 0,00417807*Delta_T - M = -215,8819215 derajat = 144,1180785 derajat = 144:7:5 derajat.

Dalam rumus di atas, Delta_T dinyatakan dalam detik. Bujur harus dalam rentang -180 derajat hingga 180 derajat. Jika bujur lebih kecil dari -180 derajat, tambahkan dengan 360 derajat. Jika lebih besar dari 180 derajat, kurangkan dengan 360 derajat. Bujur negatif menunjukkan sebelah barat Greenwich. Bujur positif berarti sebelah timur Greenwich.

* L2' = L2 - B*tan f2 = -0,020197677.
* a = c - p*B*COS(d) = 0,317438788.
* n = SQRT(a*a + b*b) = 0,364565497.
* Durasi = 7200*ABS(L2')/n = 398,89 detik = 6 menit 39 detik.

Jenis gerhana matahari ini dapat dilihat dari nilai L2'. Jika L2' negatif maka gerhana total. Jika L2' positif maka gerhana cincin. Karena L2' negatif, maka gerhana matahari ini adalah gerhana total. Untuk mengetahui posisi matahari (altitude) saat itu, maka digunakan rumus

* SIN(Altitude) = SIN(d)*SIN(Lintang) + COS(d)*COS(Lintang)*COS(H) = 0,997403573.
* Altitude = 85,87028886 derajat = 85:52:13 derajat.

Dengan menggunakan rumus transformasi koordinat dari ekuator ke horison, azimuth matahari juga dapat dihitung = 197,6579012 derajat = 197:39:28 derajat.

* K = SQRT(B^2 + ((X*a + Y*b)/n)^2) = 0997661577.
* Lebar lintasan (path width) = 12756*ABS(L2')/K = 258 km.
* L1' = L10 + L11*t + L12*t*t - B*tan f1 = 0,525825364.
* Sudut radius bulan /sudut radius matahari = (L1' - L2')/(L1' + L2') = 1,079891498.

Karena perbandingan sudut radius bulan dengan matahari lebih besar dari satu, maka dalam gerhana ini sudut radius bulan lebih besar daripada sudut radius matahari, sehingga sifat gerhana adalah total.

Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa pada pukul 2:35:19 UT, daerah yang terkena gerhana total memiliki koordinat lintang 24:12:29 derajat, bujur 144:7:5 derajat, altitude matahari 85:52:13 derajat, azimuth matahari = 197:39:28 derajat, lebar lintasan gerhana total 258 km, lama gerhana total di tempat tersebut 6 menit 39 detik.

Rumus-rumus di atas sudah penulis susun dalam file MS Excel yang dapat diunduh di
http://www.4shared.com/file/119020611/8afddf1b/gerhana-matahari-total-22-juli-2009.html
Dengan menggunakan file tersebut untuk menentukan koordinat yang terkena gerhana total, maka hasilnya disajikan di bawah ini.

* Permulaan gerhana terjadi pada pukul 0:52:51,03 UT, koordinat yang mengalami gerhana total terletak pada lintang 20:21:57 N dan bujur 70:33:42 E, altitude matahari 0,04 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan gerhana total di koordinat tersebut 205 km, lama gerhana total di tempat tersebut 3 menit 9 detik.
* Pukul 1 UT, 27:5:28 N, 91:2:46 E, 21,47 derajat, 77,46 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.
* Pukul 1:30 UT, 30:48:24 N, 116:16:23 E, 50,20 derajat, 94,89 derajat, 245 km, 5 menit 37 detik.
* Pukul 2 UT, 29:09:04 N, 131:05:59 E, 69,40 derajat, 110,88 derajat, 254 km, 6 menit 25 detik.
* Pukul 2:30 UT, 25:06:45 N, 142:20:19 E, 84,89 derajat, 160,98 derajat, 258 km, 6 menit 40 detik.
* Pukul 3 UT, 19:19:46 N, 151:58:46 E, 75,52 derajat, 276,29 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.
* Pukul 3:30 UT, 11:45:45 N, 161:46:04 E, 57,55 derajat, 289,37 derajat, 254 km, 5 menit 44 detik.
* Pukul 4 UT, 1:14:46 N, 175:23:00 E, 34,18 derajat, 293,82 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.
* Akhir gerhana pukul 4:17:47 UT, 12:52:02 S, 157:50:11 W, 0,15 derajat, 290,84 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.

Dengan membandingkan antara kedua perhitungan di atas, nampak bahwa perhitungan yang penulis susun dalam file Excel di atas berdasarkan algoritma Meeus memberikan hasil yang praktis sama dengan hasil perhitungan NASA..Perbedaan posisi koordinat antara kedua perhitungan rata-rata kurang dari satu menit busur. Ketinggian dan azimuth matahari dapat dikatakan persis sama, demikian pula lama waktu (durasi) tempat tersebut merasakan gerhana total. Adapun perbedaan lebar lintasan umbra hanya berkisar 1 km saja. Dengan demikian, pembaca dapat menggunakan file Excel di atas untuk memperoleh gambaran daerah yang merasakan gerhana total.

DR. Rinto Anugraha (Dosen Fisika FMIPA UGM Yogyakarta)

Referensi: # Jean Meeus, Elements of Solar Eclipses 1951-2200, Willmann-Bell, Virginia, 1989. # Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann-Bell, Virginia, 1991. # Fred Espenak and J. Anderson, Total Solar Eclipse of 2009 July 22, NASA.

how you can help the Earth

Seer Rockdust is 420 million years old and is freshly ground, untreated volcanic rock blended from various Scottish quarries. It is a natural top dressing for soil and contains more than 50 minerals and trace elements. It has been certified as organic by the Scottish Organic Producers Association and Organice Farmers and Growers. Years of stringent gardening trials and scientific analysis have shown Seer Rockdust is safe to be added to soils and compost.


Why Should I Use It and What Benefits Are There?

1. Climate Change

Minerals and trace elements that have such as calcium and magnesium, which have been locked in rock for 420 million years (and not due to be released until the next ice age!), form carbonates with CO2 in the atmosphere. This process is a slow and long term process which is known as "long-term carbon offsetting".

2. Soil Health

Many of the vital minerals that should be in our soil have been washed through the soil and depleted by over-agriculture. By using Rockdust, the health and population of soil fauna, from bacteria to worms, is boosted.

3. Crop and Flower Health

Using Rockdust has been proven to show the following benefits:

* Boosts organice soil fertility
* Bigger and healthier crops
* Higher nutritional value
* Better flavour
* Longer shelf life
* Increases pest resistance
* Lusher lawns
* Improves drought resistance and less rootball
* Vibrant colours of flowers (despite heavy summer rains)
* More flowers and better plant growth

4. Human Health

As many of today's problems are due to poor diet, crops grown with Rockdust (and free from synthetic chemicals) have an important part to play in human health.

5. Animal & Insect Health

Insects such as bees and butterflies who pollinate the flowers and ladybirds who feed off aphids, and animals that eat grasses, will be taking up many more minerals, making them stronger and more resistance to disease.

6. Reduces Pollution

Today's food is dependent on synthetic fertilisers. These wash from the soil and pollute our waterways. The fast grown crops are weak and require more chemicals to kill the pests. These pesticides form part of our diet. Rockdust reduces the reliance on synthetic fertilisers and pesticides and increases biodiversity and removes the poisoning side effects of chemicals from our food. If we all used Rockdust, there would be no need for GM crops !

7. Composting

Rockdust speeds up the composting process, creates a higher temperature, reduces the odour, locks nitrogen and produces more fertile compost.

Denise Tansley (16th April 2009)

informasi penting!

Sering kita berfikir untuk apa tuhan menciptakan kita ke dunia ini jika nantinya kita akan mati. Mengapa kita ada di dunia ini dengan ras yang berbeda-beda, dengan warna kulit yang tak seragam, dan keyakinan yang tak serupa.

Banyak sekali keributan yang membicarakan antara yang mana yang benar dan yang mana yang salah? seakan akan hanya dia sendiri yang paling benar.

di sini ada banyak sekali hal-hal yang harus kamu ketahui, untuk menambah pengetahuanmu, silahkan klik link berikut>http://www.kristen.fastsit.com/menu.html